Make your own free website on Tripod.com
The JavaScript Source
The JavaScript Source
TERJEMAHAN AL-QURAN

Surah 18, Surah al-Kahf (Gua) : 110 ayat.

Bismillahi al-Rahman al-Rahim (Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani).
18-1:  Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kitab (al-Qur’an) itu kepada hamba-Nya (Muhammad s.a.w), dan Dia (Allah) tidak mengadakan kebengkokan padanya.
18-2:  Yang lurus, untuk memperingatkan akan seksaan yang sangat pedih daripada sisi-Nya (Allah), dan memberi berita gembira kepada orang yang beriman, yang mengerjakan amal salih, bahawa mereka akan mendapat pembalasan yang baik. 
18-3:  Mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.
18-4:  Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata: "Allah mengambil seorang anak". 
18-5:  Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah besarnya kalimah yang keluar daripada mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta.
18-6:  Maka, barangkali engkau mahu membinasakan diri engkau lantaran mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan (al-Qur’an) ini.
18-7:  Sesungguhnya Kami (Allah) telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami (Allah) menguji mereka, siapakah  antara mereka yang baik amalannya.
18-8:  Dan sesungguhnya Kami (Allah) akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah rata.

18-9:  Atau kamu mengira bahawa penghuni al-kahf (gua yang besar) dan al-raqim (rakaman, iaitu pahatan pada batu) itu termasuk tanda-tanda Kami (Allah) yang menghairankan?
18-10:  (Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: "Rabbana (wahai Tuhan kami)! Berikanlah rahmat kepada kami daripada sisi-Mu (Allah), dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)".
18-11:  Maka Kami (Allah) tutupkan telinga mereka di dalam gua itu bertahun-tahun (lamanya). 
18-12:  Kemudian Kami (Allah) bangunkan mereka, agar (menjadi) nyata (yang dalam) ilmu Kami (Allah) siapakah antara kedua-dua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal (dalam gua itu).

18-13:  Kami (Allah) ceritakan kisah mereka kepada engkau (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Rab (Tuhan) mereka, dan Kami (Allah) tambahkan kepada mereka petunjuk.
18-14:  Dan Kami (Allah) telah meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri, lalu mereka berkata: "Rabbuna (Tuhan kami) adalah Rab (Tuhan) langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Rab (Tuhan) selain Dia (Allah), kerana jika demikian, sesungguhnya kami telah mengucapkan perkataan yang amat jauh daripada kebenaran".
18-15:  Kaum kami ini telah menjadikan selain Dia (Allah) sebagai ilah (tuhan-tuhan), meskipun mereka tidak mempunyai alasan yang terang (tentang kepercayaan mereka itu). Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah?
18-16:  Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka pertuhankan selain Allah, maka berlindunglah ke dalam gua itu, nescaya Rab (Tuhan)mu akan melimpahkan rahmat-Nya (Allah) kepadamu, dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusan kamu.
18-17:  Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong daripada gua mereka ke sebelah kanan, dan apabila ia (matahari itu) terbenam, ia meninggalkan mereka ke sebelah kiri, sedang mereka (berada) pada tempat yang luas dalamnya (gua itu). Itu adalah sebahagian daripada tanda-tanda Allah. Sesiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan sesiapa yang disesatkan-Nya (Allah), maka tidak akan ada seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.

18-18:  Dan kamu menyangka mereka itu jaga, padahal mereka tidur; dan Kami (Allah) balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua-dua lengannya di pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling daripada mereka dengan melarikan (diri), dan tentulah kamu akan dipenuhi dengan ketakutan terhadap mereka. 
18-19:  Dan demikianlah Kami (Allah) bangunkan mereka agar mereka saling bertanya sesama mereka.  Berkatalah salah seorang antara mereka: "Sudah berapa lamakah kamu berada (di sini?)". Mereka menjawab: "Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari". Berkata (yang lain lagi): "Rab (Tuhan) kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang antara kamu pergi ke kota dengan membawa wang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah dia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah dia berlaku lemah lembut, dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seseorang pun.” 
18-20:  “Sesungguhnya jika mereka mengetahui tempatmu, nescaya mereka akan melempar kamu (dengan batu), atau memaksamu kembali kepada milah (agama) mereka, dan jika demikian nescaya kamu tidak akan berbahagia selama-lamanya".
18-21:  Dan demikian (pula) Kami (Allah) mempertemukan (manusia) dengan mereka, agar manusia itu mengetahui, bahawa janji Allah itu benar, dan bahawa saat (hari kiamat) itu tidak ada keraguan padanya. Ketika mereka (orang ramai) itu berselisihan tentang urusan mereka, maka mereka berkata: "Dirikanlah sebuah bangunan di atas (gua) mereka.” Rab (Tuhan) mereka lebih mengetahui tentang mereka. Orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata: "Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan di atasnya". 
18-22:  (Ada antara) mereka akan mengatakan: “(Bilangan penghuni gua itu) adalah tiga orang, yang keempat adalah anjingnya.” Dan (yang lain) mengatakan: "(Jumlah mereka) ada lima orang, yang keenam adalah anjingnya." (Semua itu) sebagai terkaan terhadap perkara yang ghaib. Dan (yang lain lagi) mengatakan: "(Jumlah mereka) tujuh orang, yang kelapan adalah anjingnya". Katakanlah: "Rab (Tuhan)ku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit". (Kerana itu) janganlah engkau (Muhammad) bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir (sahaja), dan janganlah engkau menanyakan tentang mereka (penghuni gua itu) kepada seorang pun antara mereka. 
18-23:  Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu: "Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok.” 
18-24:  Kecuali (dengan menyebut): "Insya'llah".  Dan ingatlah kepada Rab (Tuhan)mu jika kamu lupa, dan katakanlah: "Mudah-mudahan Rab (Tuhan)ku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini".
18-25:  Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun, dan ditambah sembilan tahun (lagi). 
18-26:  Katakanlah: "Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua itu); kepunyaan-Nya (Allah) jualah semua yang tersembunyi di langit dan di bumi.  Alangkah terang penglihatan-Nya (Allah), dan alangkah tajam pendengaran-Nya (Allah). Tidak ada seorang pelindung pun bagi mereka selain daripada-Nya (Allah); dan Dia (Allah) tidak mengambil seorang pun menjadi sekutu dalam menetapkan keputusan-Nya (Allah)".

18-27:  Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepada engkau, daripada kitab Rab (Tuhan) engkau. Tidak ada yang dapat mengubah kalimah-kalimah-Nya (Allah). Dan engkau tidak akan mendapati tempat berlindung selain daripada-Nya (Allah).
18-28:  Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Rab (Tuhan)nya di waktu pagi dan petang, dengan mengharap keredaan-Nya; dan janganlah kedua-dua matamu berpaling daripada mereka (kerana) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami (Allah) lalaikan daripada mengingati Kami (Allah), serta menuruti hawa nafsunya, dan adalah urusannya itu melewati batas.
18-29:  Dan katakanlah: "Kebenaran itu daripada Rab (Tuhan)mu; maka sesiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan sesiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir". Sesungguhnya Kami (Allah) telah sediakan bagi orang-orang zalim itu api neraka, yang kemarakannya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minuman, nescaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka.  (Itulah) minuman yang paling buruk dan tempat istirehat yang paling jelek.
18-30:  Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal salih, tentulah Kami (Allah) tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang mengerjakan amalan(nya) dengan baik.
18-31:  Mereka itu, bagi mereka syurga ‘Adn, yang mengalir sungai-sungai di bawahnya; di dalamnya (syurga itu) mereka dihiasi dengan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau daripada sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas kerusi panjang yang indah. (Itulah) pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirehat yang bagus.

18-32:  Dan berikanlah kepada mereka sebuah perumpamaan: Dua orang laki-laki, Kami (Allah) jadikan bagi seorang daripada mereka dua buah kebun anggur dan Kami (Allah) kelilingi kedua-dua kebun itu dengan pohon-pohon tamar, dan di antara kedua-duanya (kebun itu) Kami (Allah) adakan tanam-tanaman.
18-33:  Kedua-dua buah kebun itu menghasilkan buahnya, dan tidak berkurangan sedikit pun daripada (hasil)nya, dan Kami (Allah) alirkan sungai di celah-celah kedua-dua kebun itu. 
18-34:  Dan dia mempunyai buah-buahan, maka dia memberitahu kawannya ketika dia bercakap-cakap dengannya: "Hartaku lebih banyak daripada pada hartamu, dan pengikut-pengikutku lebih kuat". 
18-35:  Dan dia memasuki kebunnya, sedang dia zalim terhadap dirinya sendiri; dia berkata: "Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya.” 
18-36:  “Dan aku tidak mengira hari kiamat itu akan datang, dan jika sekiranya aku di kembalikan kepada Rab (Tuhan)ku, pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik daripada (kebun-kebun) ini". 
18-37:  Kawannya menasihatinya ketika dia bercakap-cakap dengannya: "Apakah kamu kafir kepada-Nya (kepada Allah) yang menciptakan kamu daripada tanah, kemudian daripada setitik air mani, lalu Dia (Allah) menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna?” 
18-38:  “Tetapi bagiku: Dialah Allah, Rab (Tuhan)ku, dan aku tidak mempersekutukan seorang pun dengan Rab (Tuhan)ku.”
18-39:  “Dan mengapa kamu tidak mengucapkan tatkala kamu memasuki kebunmu ‘masya’llah, la quwwata illa billah (atas kehendak Allah, tiada kekuatan kecuali dengan Allah).’ Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan.” 
18-40:  “Maka mudah-mudahan Rab (Tuhan)ku, akan memberi kepadaku sesuatu yang lebih baik daripada kebunmu (ini); dan (mungkin) Dia (Allah) mengirimkan ketentuan dari langit kepadanya (kebunmu itu), hingga (kebun itu) menjadi tanah yang licin.
18-41:  Atau airnya menjadi surut (ke dalam tanah), maka sekali-kali kamu tidak dapat menemukannya lagi". 
18-42:  Dan kekayaannya (kebun itu) dibinasakan, lalu dia membolak-balikkan kedua-dua telapak tangannya (tanda menyesal) terhadap apa yang dia telah belanjakan untuk itu, sedang ia (pohon anggur itu) roboh bersama para-paranya dan dia pun berkata: "Aduhai, kiranya (dahulu) aku tidak mempersekutukan seorang pun dengan Rab (Tuhan)ku". 
18-43:  Dan tidak ada baginya satu golongan pun yang akan menolongnya selain Allah; dan sekali-kali dia tidak dapat membela dirinya.
18-  44:  Di sana, pertolongan itu hanya daripada Allah al-Haq (Yang Benar). Dia (Allah) adalah sebaik-baik (Pemberi) pahala dan sebaik-baik (Pemberi) balasan.

18-45:  Dan berilah perumpamaan kepada mereka, kehidupan dunia adalah sebagai air hujan yang Kami (Allah) turunkan dari langit, maka menjadi subur kerananya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian (tumbuh-tumbuhan itu) menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan Allah atas segala sesuatu adalah al-Muqtadir (Maha Menentukan).
18-46:  Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi bekas yang baik daripada amalan yang salih adalah lebih baik pahalanya di sisi Rab (Tuhan)mu, serta lebih baik (untuk menjadi) harapan. 
18-47:  Dan (ingatlah) akan hari yang Kami (Allah) akan perjalankan gunung-gunung, dan kamu akan melihat bumi itu rata, dan Kami (Allah) kumpulkan mereka sekaliannya, dan Kami (Allah) tidak akan tinggalkan seorang pun daripada mereka. 
18-48:  Dan mereka akan dibawa ke hadapan Rab (Tuhan)mu dengan berbaris. Sesungguhnya kamu datang kepada Kami (Allah), sebagaimana Kami (Allah) menciptakan kamu pada kali yang pertama; tetapi kamu menyangka Kami (Allah) tidak akan mengadakan perjanjian (ketetapan) bagi kamu.
18-49:  Dan akan dibentangkan kitab, lalu engkau akan melihat orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: "Celaka kami! Kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya.” Dan mereka mendapati apa yang telah mereka kerjakan sedia (tertulis). Dan Rab (Tuhan)mu tidak menganiaya seorang jua pun. 

18-50:  Dan (ingatlah) ketika Kami (Allah) berfirman kepada malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia (iblis) adalah daripada (golongan) jin, maka ia menderhakai perintah Rab (Tuhan)nya. Patutkah kamu mengambilnya (iblis) dan keturunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku (Allah), sedang mereka adalah musuh kamu? Amat buruklah pengganti bagi orang yang zalim. 
18-51:  Aku tidak menjadikan mereka (iblis dan anak cucunya) saksi pada penciptaan langit dan bumi, dan tidak (pula) pada penciptaan diri mereka sendiri; dan tidaklah Aku mengambil orang yang menyesatkan itu sebagai penolong. 
18-52:  Dan (ingatlah) akan hari yang Dia (Allah) akan berfirman: "Panggillah olehmu sekalian sekutu-sekutu-Ku (Allah) yang kamu katakan itu". Lalu mereka memanggilnya, tetapi tidak ada yang menyahut seruan itu, dan Kami (Allah) adakan untuk mereka tempat kebinasaan.
18-53:  Dan orang yang berdosa melihat neraka, maka mereka meyakini bahawa mereka akan jatuh ke dalamnya, dan mereka tidak menemukan tempat berpaling daripadanya.

18-54:  Dan sesungguhnya Kami (Allah) telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam al-Qur’an ini pelbagai perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah.
18-55:  Dan tidak ada yang menghalangi manusia daripada beriman, setelah petunjuk datang kepada mereka, dan memohon ampun kepada Rab (Tuhan)nya, kecuali datangnya peraturan (yang telah berlaku kepada) umat yang terdahulu, atau datangnya azab kepada mereka dari hadapan. 
18-56:  Dan tidaklah Kami (Allah) mengutuskan para rasul melainkan sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan; tetapi orang yang kafir membantah secara batil (salah), agar dengan demikian mereka dapat melenyapkan yang hak (benar), dan mereka menganggap ayat-ayat-Ku (ayat-ayat Allah) dan peringatan-peringatan terhadap mereka sebagai olok-olokan. 
18-57:  Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat daripada Rab (Tuhan)nya lalu dia berpaling daripadanya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sesungguhnya Kami (Allah) telah meletakkan di atas hati mereka tutupan (yang menghalangi mereka) memahaminya, dan sumbatan di telinga mereka; dan walaupun engkau menyeru mereka kepada petunjuk namun, mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya. 
18-58:  Dan Rab (Tuhan)mu adalah al-Ghafur (Maha Pengampun), lagi mempunyai rahmat. Jika Dia (Allah) hendak mengazab mereka kerana perbuatan mereka, tentu Dia (Allah) akan menyegerakan azab bagi mereka, tetapi bagi mereka ada waktu yang tertentu, yang mereka sekali-kali tidak akan menemukan tempat berlindung daripadanya.
18-59:  Dan (penduduk) negeri itu telah Kami (Allah) binasakan ketika mereka berbuat zalim, dan Kami (Allah) telah tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka. 

18-60:  Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: "Aku tidak akan berhenti sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan berhuqub-huqub (masa yang sangat lama) ".
18-61:  Maka tatkala mereka sampai ke pertemuan dua buah laut itu, mereka lupa akan ikannya, lalu ikan itu (melompat) mengambil jalannya ke laut itu. 
18-62:  Maka tatkala mereka melepasinya (pertemuan dua buah laut itu), berkatalah dia (Musa) kepada muridnya: "Bawalah ke mari makanan kita. Sesungguhnya kita telah penat kerana perjalanan ini".
18-63:  Dia (muridnya) menjawab: "Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka aku telah lupa akan ikan itu, dan tidak adalah yang melupakan aku untuk mengingatinya kecuali syaitan, dan ia (ikan itu) mengambil jalannya (melompat) ke laut secara aneh sekali." 
18-64:  Dia (Musa) berkata: "Itulah (tempat) yang kita kehendaki". Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula.

18-65:  Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba antara hamba-hamba Kami (Allah), yang Kami (Allah) telah berikan kepadanya rahmat daripada sisi Kami (Allah), dan yang Kami (Allah) telah ajarkan kepadanya ilmu daripada sisi Kami (Allah). 
18-66: Musa berkata kepadanya (hamba Allah itu): "Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku petunjuk (kebenaran) yang telah diajarkan kepadamu?"
18-67:  Dia (hamba Allah itu) menjawab: "Sesungguhnya kamu tidak akan sanggup bersamaku dengan sabar.” 
18-68:  “Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?"
18-69:    Dia (Musa) berkata: "Insya'llah, kamu akan mendapati aku seorang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam apa urusan jua". 
18-70:  Dia (hamba Allah itu) berkata: "Jika kamu mengikutiku, maka janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu apa pun, sampailah aku sendiri menerangkannya kepadamu". 
18-71:  Maka berjalanlah kedua-duanya, sehingga tatkala kedua-duanya menaiki perahu lalu dia (hamba Allah itu) melubanginya (perahu itu). Dia (Musa) berkata: "Mengapa kamu melubanginya (perahu itu) yang akibatnya kamu menenggelamkan penumpangnya? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu kesalahan yang besar.”
18-72:  Dia (hamba Allah itu) berkata: "Bukankah aku telah mengatakan bahawa kamu tidak akan sanggup bersabar bersama dengan aku." 
18-73:  Dia (Musa) berkata: "Janganlah kamu menghukum aku kerana kelupaanku, dan janganlah kamu membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku". 

18-74: Maka berjalanlah kedua-duanya; sehingga tatkala kedua-duanya berjumpa dengan seorang pemuda, maka dia (hamba Allah itu) membunuhnya. Dia (Musa) berkata: "Mengapa kamu bunuh jiwa yang bersih, bukan kerana dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar."
 

Juzuk 16

18-75:  Dia (hamba Allah itu) berkata: "Bukankah sudah aku katakan kepadamu, bahawa sesungguhnya kamu tidak akan dapat bersabar bersamaku?"
18-76:  Dia (Musa) berkata: "Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu sesudah  ini, maka janganlah kamu benarkan aku menyertaimu lagi, sesungguhnya kamu sudah cukup memberikan uzur (alasan) kepadaku". 
18-77:  Maka kedua-duanya berjalan; sehingga tatkala kedua-duanya sampai kepada penduduk suatu tempat, mereka meminta makanan kepada penduduk tempat itu, tetapi mereka enggan menjamukan mereka berdua. Kemudian kedua-duanya mendapati di tempat itu sebuah dinding yang hampir roboh, lalu dia (hamba Allah itu) menegakkannya. Dia (Musa) berkata: "Jikalau kamu mahu, bolehlah kamu mengambil upah untuk itu". 
18-78:  Dia (hamba Allah itu) berkata: "Inilah perpisahan antara aku dengan kamu. Aku akan memberitahukan kepadamu tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat bersabar terhadapnya.”
18-79:  “Adapun perahu itu adalah kepunyaan orang miskin yang bekerja di laut, dan aku sengaja merosakkan perahu itu, kerana di belakang mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap perahu (yang berkeadaan elok).”
18-80:  “Dan adapun pemuda itu, kedua-dua orang tuanya adalah orang-orang Mukmin, dan kami khuatiri dia akan mendorong kedua-dua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekufuran.”
18-81:  “Dan kami menghendaki, supaya Rab (Tuhan) mereka menggantikan bagi mereka dengan (anak lain) yang lebih baik kesuciannya dan lebih dalam kasih sayangnya (kepada ibu bapanya).” 
18-82:  “Dan adapun dinding itu adalah kepunyaan dua orang anak yatim di tempat itu, dan di bawahnya ada harta terpendam milik mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang salih, maka Rab (Tuhan)mu menghendaki supaya sampailah (masa) mereka dewasa dan mengeluarkan harta yang terpendam itu, sebagai rahmat daripada Rab (Tuhan)mu. Dan bukanlah aku melakukan (semua) itu menurut kemahuanku sendiri. Demikianlah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat bersabar terhadapnya".

18-83:  Mereka akan bertanya kepada engkau (Muhammad) tentang Zu'l-qarnain (yang memiliki dua tanduk). Katakanlah: "Aku akan bacakan kepadamu cerita tentangnya".
18-84:  Sesungguhnya Kami (Allah) telah teguhkan dia di bumi, dan Kami (Allah) telah memberikan kepadanya jalan (bagi) segala sesuatu. 
18-85:  Maka dia pun menempuh suatu jalan. 
18-86:  Sehingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenam matahari, dia melihatnya (matahari) terbenam dalam mata air yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ satu kaum. Kami (Allah) berkata: "Wahai Zu’l-qarnain! Kamu boleh menyeksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka".
18-87:  Dia (Zu’l-qarnain) berkata: "Adapun orang yang aniaya, maka kami akan menyeksanya, kemudian dia dikembalikan kepada Rab (Tuhan)nya, lalu diazabnya dengan azab yang tidak ada taranya.” 
18-88:  “Dan adapun orang yang beriman dan beramal salih, maka baginya balasan yang baik, dan kami akan katakan kepadanya, daripada perintah kami yang mudah.” 
18-89:  Kemudian dia (Zu’l-qarnain) menempuh (pula) jalan (yang lain). 
18-90:  Sehingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari, dia mendapatinya (matahari itu) menyinari satu kaum yang Kami (Allah) tidak menjadikan bagi mereka sesuatu perlindungan daripadanya (cahaya matahari itu). 
18-91:  Demikianlah. Dan sesungguhnya ilmu Kami (Allah) meliputi segala apa yang ada padanya (Zu’l-qarnain). 

18-92:  Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi).
18-93:  Sehingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di sekeliling kedua-dua gunung itu satu kaum yang hampir tidak mengerti perkataan.
18-94:  Mereka berkata: "Wahai Zu’l-qarnain! Sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu adalah pembuat kerosakan di muka bumi, maka bolehkah kami memberikan sesuatu bayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?" 
18-95:  Dia (Zu’l-qarnain) berkata: "Apa (kekuasaan) yang Rab (Tuhan)ku telah berikan aku menguasainya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (tenaga kamu), agar aku binakan dinding antara kamu dan mereka.” 
18-96:  “Berikanlah kepadaku kepingan-kepingan besi," sehingga apabila ia (besi itu) telah sama rata dengan kedua-dua tepi gunung itu, dia (Zu’l-qarnain) berkata: “Tiuplah (api itu)," sehingga apabila ia (besi itu) menjadi (merah seperti) api, dia (Zu’l-qarnain) pun berkata: "Berikanlah kepadaku leburan tembaga agar aku tuangkan ke atasnya (besi panas itu)."
18-97:  Maka mereka (Ya’juj dan Ma’juj) tidak berupaya mendakinya dan mereka tidak berupaya (pula) melubanginya.
18-98:  Dia (Zu’l-qarnain) berkata: "Ini (dinding) adalah rahmat daripada Rab (Tuhan)ku, maka apabila sudah datang janji (ketentuan) Rab (Tuhan)ku, Dia (Allah) akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Rab (Tuhan)ku itu adalah benar."

18-99:  Kami (Allah) biarkan sebahagian mereka pada hari itu bercampur aduk dengan sebahagian yang lain, kemudian ditiupkan sangkakala, lalu Kami (Allah) kumpulkan mereka itu semuanya.
18-100:  Dan Kami (Allah) perlihatkan Neraka Jahanam pada hari itu kepada orang-orang kafir dengan sejelas-jelasnya. 
18-101:  (Iaitu) orang yang matanya tertutup daripada memperhatikan peringatan-Ku (Allah), dan adalah mereka tidak sanggup mendengar.
18-102:  Maka apakah orang kafir menyangka bahawa mereka (dapat) mengambil hamba-hamba-Ku (Allah) menjadi penolong selain Aku (Allah)? Sesungguhnya Kami (Allah) telah menyediakan Neraka Jahanam sebagai tempat tinggal orang-orang kafir.
18-103:  Katakanlah: "Mahukah kamu, Kami (Allah) beritahukan tentang orang yang paling merugi perbuatannya?"
18-104:  (Iaitu) orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahawa mereka berbuat sebaik-baiknya. 
18-105:  Mereka itu orang yang kufur terhadap ayat-ayat Rab (Tuhan) mereka dan (kufur juga terhadap) perjumpaan dengan Dia (Allah). Maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami (Allah) tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat. 
18- 06:  Demikianlah, balasan mereka itu adalah Neraka Jahanam, disebabkan kekafiran mereka, dan (disebabkan) mereka menjadikan ayat-ayat-Ku (ayat-ayat Allah) dan para rasul-Ku (Allah) sebagai olok-olok.

18-107:  Sesungguhnya orang yang beriman dan beramal salih, bagi mereka adalah syurga Firdaus sebagai tempat tinggal. 
18-108:  Mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah daripadanya.
18-109:  Katakanlah: "Kalau sekiranya lautan (menjadi) dakwat untuk (menulis) kalimah-kalimah Rab (Tuhan)ku, sungguh keringlah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimah-kalimah Rab (Tuhan)ku, meskipun kita tambahkan sebanyak itu (pula).”
18-110:  Katakanlah: "Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku bahawa sesungguhnya Ilah (Tuhan) kamu itu adalah Ilah (Tuhan) al-Wahid (Yang Maha Esa)." Sesiapa mengharapkan perjumpaan dengan Rab (Tuhan)nya maka hendaklah dia mengerjakan amal yang salih, dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Rab (Tuhan)nya".
 
 
LAMAN UTAMA
SURAH MARYAM