Make your own free website on Tripod.com
The JavaScript Source
The JavaScript Source
TERJEMAHAN AL-QURAN

Surah 20, Surah Ta Ha : 135 ayat.

Bismillahi al-Rahman al-Rahim (Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani).
20- 1:  Ta, Ha.
20- 2:  Kami (Allah) tidak menurunkan al-Qur’an ini kepada engkau supaya engkau menjadi susah.
20- 3:  Tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut.
20- 4:  Diturunkan daripada yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi.
20- 5:  (Iaitu) al-Rahman (Yang Maha Pemurah), yang bersemayam (menetapkan pentadbiran-Nya) di atas 'Arash.
20- 6:  Kepunyaan-Nya (Allah) jualah semua yang ada di langit, semua yang di bumi, semua yang di antara kedua-duanya dan semua yang di bawah tanah.
20- 7:  Dan jika engkau mengeraskan ucapan, maka sesungguhnya Dia (Allah) mengetahui yang rahsia dan yang lebih tersembunyi.
20- 8:  Allah, tidak ada Ilah (Tuhan) melainkan Dia (Allah); Dia (Allah) mempunyai al Asma-ul-Husna (nama-nama yang baik).

20- 9:  Apakah telah sampai kepada engkau kisah Musa? 
20- 10:  Tatkala dia (Musa) melihat api, lalu berkatalah dia kepada keluarganya: "Tinggallah kamu (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit daripadanya (api itu) kepadamu atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu". 
20- 11:  Maka tatkala dia datang ke tempat (api) itu, dia dipanggil: "Wahai Musa!”
20- 12:  Sesungguhnya Aku inilah Rab (Tuhan)mu, maka tanggalkanlah kedua-dua alas kaki engkau; sesungguhnya engkau berada di Wadi Tuwa (lembah yang suci, Tuwa). 
20- 13:  Dan Aku (Allah) telah memilih engkau, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan. 
20- 14:  Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Ilah (Tuhan) selain Aku (Allah), maka abdikan dirimu kepada-Ku (Allah), dan dirikanlah solat untuk mengingati Aku (Allah). 
20- 15:  Sesungguhnya hari kiamat itu pasti akan datang. Aku (Allah) merahsiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang dia usahakan. 
20- 16:  Maka sekali-kali janganlah engkau dipalingkan daripadanya oleh orang yang tidak beriman kepadanya, dan orang yang mengikuti hawa nafsunya, (menyebabkan) kamu binasa".

20- 17:  Apakah yang di tangan kanan engkau itu, wahai Musa? 
20- 18:  Berkata (Musa): "Ini adalah tongkatku, aku bertekan padanya, dan aku memukul (daun) dengannya untuk kambingku, dan bagiku ada lagi kegunaan yang lain padanya".
20- 19:  (Allah) berfirman: "Lemparkanlah ia, wahai Musa!"
20- 20:  Lalu dia melemparkan tongkat itu, maka tiba-tiba ia menjadi seekor ular yang merayap.
20- 21:  (Allah) berfirman: "Ambillah ia dan jangan takut, Kami (Allah) akan mengembalikannya kepada keadaannya semula.”
20- 22:  “Dan kepitkanlah tanganmu ke ketiakmu, (nescaya) ia keluar (menjadi) putih cemerlang tanpa cacat, sebagai ayat (mukjizat) yang lain (pula).” 
20- 23:  “Untuk Kami (Allah) perlihatkan kepadamu sebahagian daripada tanda-tanda Kami (Allah) yang sangat besar.”
20- 24:  “Pergilah kepada Fir’awn; sesungguhnya dia telah melampaui batas".

20- 25:  Berkata (Musa): "Rabbi (wahai Tuhanku), lapangkanlah untukku dadaku.”
20- 26:  “Dan mudahkanlah untukku urusanku.”
20- 27:  “Dan lepaskanlah ikatan daripada lidahku.”
20- 28:  “Supaya mereka mengerti perkataanku.”
20- 29:  “Dan jadikanlah untukku seorang pembantu daripada keluargaku.”
20- 30:  “(iaitu) Harun, saudaraku.”
20- 31:  “Teguhkanlah dengannya, kekuatanku.” 
20- 32:  “Dan jadikanlah dia bersama-sama(ku) dalam urusanku.”
20- 33:  “Supaya kami banyak bertasbih kepada Engkau.”
20- 34:  “Dan banyak mengingat Engkau.”
20- 35:  “Sesungguhnya Engkau terhadap kami adalah memperhatikan.”

20- 36:  (Allah) berfirman: "Sesungguhnya telah diperkenankan permintaanmu itu, wahai Musa." 
20- 37:  “Dan sesungguhnya Kami (Allah) telah memberikan nikmat kepadamu pada kali yang lain.”
20- 38:  “(Iaitu) tatkala Kami (Allah) wahyukan (ilhamkan) kepada ibumu suatu yang diwahyukan (diilhamkan).”
20- 39:  “(Iaitu) Letakkanlah dia (Musa) di dalam peti, kemudian hanyutkan dia di sungai, maka pasti sungai itu membawanya ke tepi, supaya diambil oleh musuh-Ku (Allah) dan musuhnya. Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang daripada-Ku; dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku (Allah).”
20- 40:  “(Iaitu) ketika saudaramu yang perempuan berjalan, lalu dia berkata kepada (keluarga Fir’awn): 'Bolehkah aku tunjukkan kepadamu orang yang akan mengasuhnya?’ Maka Kami (Allah) mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidaklah dia berdukacita.  Dan engkau pernah membunuh seorang manusia, tetapi Kami (Allah) selamatkan engkau daripada kesusahan, dan Kami (Allah) telah mengujimu dengan beberapa ujian; maka engkau tinggal beberapa tahun di kalangan penduduk Madyan. Kemudian engkau pun datang menurut waktu yang ditetapkan, wahai Musa.”
20- 41:  “Dan Aku telah memilihmu (Musa) untuk diri-Ku (Allah).” 
20- 42:  “Pergilah engkau beserta saudaramu (Harun) dengan membawa ayat-ayat-Ku (ayat-ayat Allah), dan janganlah kamu berdua lalai dalam mengingat-Ku (Allah).”
20- 43:  “Pergilah kamu berdua kepada Fir’awn, sesungguhnya dia telah melampaui batas.”

20- 44:  “Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia ingat atau takut".
20- 45:  Berkatalah mereka berdua: "Rabbana (wahai Tuhan kami)! Sesungguhnya kami khuatir bahawa dia (Fir’awn) akan bersegera menyeksa kami atau lebih melampaui batas". 
20- 46:  (Allah) berfirman: "Janganlah kamu berdua khuatir, sesungguhnya Aku (Allah) beserta kamu berdua, Aku (Allah) mendengar dan melihat".
20- 47:  “Maka pergilah kamu berdua kepadanya (Fir’awn) dan katakanlah: ‘Sesungguhnya kami berdua adalah utusan Rab (Tuhan)mu, maka lepaskanlah Bani Isra’el bersama kami, dan janganlah kamu menyeksa mereka. Sesungguhnya kami telah datang kepadamu dengan membawa bukti daripada Rab (Tuhan)mu. Dan keselamatan itu atas orang yang mengikuti petunjuk’.”
20- 48:  “Sesungguhnya telah diwahyukan kepada kami bahawa seksa itu atas orang yang mendustakan dan berpaling".

20- 49:  Berkata (Fir’awn): "Siapakah Rab (Tuhan) kamu berdua, wahai Musa?”

20- 50:  (Musa) berkata: "Rab (Tuhan) kami ialah (Rab) yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk.”
20- 51:  Berkata (Fir’awn): "Maka bagaimanakah keadaan umat-umat yang dahulu?"
20- 52:  (Musa) menjawab: "Pengetahuan tentang itu ada di sisi Rab (Tuhan)ku, di dalam sebuah kitab; Rab (Tuhan) kami tidak akan salah dan tidak (pula) lupa.”
20- 53:  Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan, dan menjadikan bagimu di bumi itu jalan-jalan, dan menurunkan air dari langit, lalu Kami (Allah) tumbuhkan dengannya (air itu) pelbagai jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam.
20- 54:  Makanlah dan gembalakanlah binatang ternak kamu. Sesungguhnya pada yang demikian itu, terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal.
20-55:  Daripadanya (bumi/tanah) Kami (Allah) menjadikan kamu dan kepadanya Kami (Allah) akan mengembalikan kamu, dan daripadanya Kami (Allah) akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain.

20- 56:  Dan sesungguhnya Kami (Allah) telah perlihatkan kepadanya (Fir’awn) tanda-tanda Kami (Allah) semuanya namun, dia mendustakan dan enggan.

20- 57:  Berkata (Fir’awn): "Adakah engkau datang kepada kami untuk mengusir kami dari bumi (negeri) kami dengan sihir engkau, wahai Musa?”
20- 58:  “Dan kami pun pasti akan mendatangkan (pula) kepadamu sihir semacam itu, maka buatlah suatu pertemuan antara kami dan engkau, yang kami tidak akan menyalahinya dan tidak (pula) kamu, di suatu tempat yang pertengahan (letaknya)".
20- 59:  Berkata (Musa): "Pertemuan (dengan) kamu itu ialah pada hari raya dan hendaklah dikumpulkan manusia pada waktu duha (pagi).”
20- 60:  Maka Fir’awn meninggalkan (tempat itu), lalu mengatur tipu dayanya. Kemudian dia datang (kembali). 
20- 61:  Berkata Musa kepada mereka: "Celakalah kamu, janganlah kamu mengada-adakan kedustaan terhadap Allah, nescaya Dia (Allah) membinasakan kamu dengan azab". Dan sesungguhnya telah merugi orang yang mengada-adakan (kedustaan).
20- 62:  Maka mereka berbantah-bantahan tentang urusan mereka antara mereka, dan mereka merahsiakan percakapan (mereka). 
20- 63:  Mereka berkata: "Sesungguhnya dua orang ini adalah benar-benar ahli sihir yang hendak mengusir kamu dari bumi (negeri) kamu dengan sihirnya, dan hendak melenyapkan kebiasaan (adat) kamu yang utama.”
20- 64:  “Maka himpunkanlah segala tipu daya (sihir) kamu sekalian, kemudian datanglah dengan berbaris. Dan sesungguhnya beruntunglah orang yang menang pada hari ini.”

20- 65:  Mereka berkata: "Wahai Musa, apakah engkau yang melemparkan (dahulu) atau kami yang melemparkan terlebih dahulu?"
20- 66:  Berkata (Musa): "Silakan, kamu sekalian melemparkan". Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, terbayang kepadanya (Musa) seakan-akan merayap, (lantaran) sihir mereka. 
20- 67:  Maka timbullah dalam dirinya (Musa) perasaan takut. 
20- 68:  Kami (Allah) berkata: "Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang teratas.”
20- 69:  “Dan lemparkanlah apa yang ada di tangan kananmu, nescaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat. Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana sahaja ia datang".
20- 70:  Lalu tukang-tukang sihir itu tersungkur dengan bersujud, seraya berkata: "Kami beriman kepada Rab (Tuhan) Harun dan Musa".

20- 71:  Berkata (Fir’awn): "Apakah kamu telah beriman kepadanya (Musa) sebelum aku memberi izin kepadamu sekalian? Sesungguhnya dia (Musa) adalah pemimpin kamu yang mengajarkan sihir kepada kamu sekalian. Maka sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kaki kamu sekalian dengan bersilang, dan sesungguhnya aku akan menyalib kamu sekalian pada pangkal pohon tamar, dan sesungguhnya kamu akan mengetahui siapa antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal seksaannya".
20- 72:  Mereka berkata: "Kami (Allah) sekali-kali tidak akan mengutamakan kamu daripada bukti-bukti nyata (mukjizat), yang telah datang kepada kami. Dan demi yang menciptakan kami; maka putuskanlah apa yang kamu hendak putuskan. Sesungguhnya kamu hanya dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini sahaja.”
20- 73:  “Sesungguhnya kami telah beriman kepada Rab (Tuhan) kami, agar Dia (Allah) mengampuni kesalahan-kesalahan kami dan sihir yang telah kamu (Fir’awn) paksakan kami melakukannya. Dan Allah adalah lebih baik dan lebih kekal."
20- 74:  Sesungguhnya sesiapa datang kepada Rab (Tuhan)nya dalam keadaan berdosa, maka sesungguhnya baginya Neraka Jahanam. Dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup.
20- 75:  Dan sesiapa datang kepada Rab (Tuhan)nya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal salih, maka mereka itulah orang yang memperoleh darjat yang tinggi. 
20- 76:  (Iaitu) syurga 'Adn yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya.  Dan itulah balasan bagi orang yang suci bersih.

20- 77:  Dan sesungguhnya telah Kami (Allah) wahyukan kepada Musa: "Berjalanlah engkau dengan hamba-hamba-Ku pada malam hari, maka buatkanlah untuk mereka jalan yang kering di laut itu, jangan kamu khuatir akan tersasul dan jangan takut.” 
20- 78:  Maka Fir’awn dengan bala tenteranya mengejar mereka, lalu mereka ditutup oleh laut yang menenggelamkan mereka.
20- 79:  Dan Fir’awn telah menyesatkan kaumnya, dan tidaklah dia memberi petunjuk.
20- 80:  Wahai Bani Israel! Sesungguhnya Kami (Allah) telah menyelamatkan kamu daripada musuh kamu, dan Kami (Allah) telah mengadakan perjanjian dengan kamu di sebelah kanan gunung Tur itu, dan Kami (Allah) telah menurunkan kepada kamu manna dan salwa.
20- 81:  Makanlah daripada rezeki yang baik yang telah Kami (Allah) berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaan-Ku (Allah) menimpamu. Dan sesiapa ditimpa oleh kemurkaan-Ku (Allah), nescaya binasalah dia. 
20- 82:  Dan sesungguhnya Aku (Allah) Maha Mengampuni orang yang bertaubat, beriman, beramal salih, kemudian tetap di jalan yang benar.

20- 83:  Mengapa engkau datang lebih cepat daripada kaummu, wahai Musa?
20- 84:  Berkata (Musa): "Itulah mereka sedang menyusuli aku, dan aku bersegera kepada-Mu (Allah), Rabbi (wahai Tuhanku), agar Engkau (Allah) reda.” 
20- 85:  (Allah) berfirman: "Maka sesungguhnya Kami (Allah) telah menguji kaummu sesudah engkau tinggalkan, dan mereka telah disesatkan oleh Samiri.” 
20- 86:  Maka Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati. Berkata (Musa): "Wahai kaumku, bukankah Rab (Tuhan)mu telah menjanjikan kepadamu suatu perjanjian yang baik? Apakah terlalu lama masa perjanjian itu bagimu, atau kamu menghendaki agar kemurkaan daripada Rab (Tuhan) kamu menimpa kamu, lalu kamu melanggar perjanjianmu dengan aku?"
20- 87:  Mereka berkata: "Kami sekali-kali tidak melanggar perjanjianmu dengan kemahuan kami sendiri, tetapi kami disuruh membawa beban-beban daripada perhiasan kaum itu, maka kami telah melemparkannya (ke dalam acuan/lubang), dan demikian pula Samiri melemparkannya", 
20- 88:  Kemudian Samiri mengeluarkan untuk mereka (dari acuan/lubang itu) anak lembu yang bertubuh dan bersuara, maka mereka berkata: "Inilah Rab (Tuhan) kamu dan Rab (Tuhan) Musa, tetapi dia (Musa) telah melupakannya.” 
20- 89:  Apakah mereka tidak memperhatikan bahawa ia (patung anak lembu itu) tidak dapat memberi jawapan kepada mereka, dan tidak berkuasa memberi kemudaratan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan? 
20- 90:  Dan sesungguhnya Harun telah berkata kepada mereka sebelumnya: "Wahai kaumku! Sesungguhnya kamu hanya diberi cubaan dengannya (patung anak lembu itu), dan sesungguhnya Rab (Tuhan) kamu ialah al-Rahman (Yang Maha Pemurah), maka ikutilah aku dan taatilah perintahku". 
20- 91:  Mereka menjawab: "Kami (Allah) akan tetap bertekun atasnya (mempertuhankan patung anak lembu itu),se hingga Musa kembali kepada kami.”
20- 92:  Berkata (Musa): "Wahai Harun! Apakah yang menghalangi engkau ketika engkau melihat mereka telah sesat?” 
20- 93:  “(Sehingga) engkau tidak mengikuti aku? Maka apakah kamu telah (sengaja) menderhakai perintahku?" 
20- 94:  (Harun) menjawab: "Wahai anak ibuku, janganlah engkau tarik janggutku dan jangan (pula) kepalaku; sesungguhnya aku khuatir engkau akan mengatakan: ‘Engkau telah memecah belah antara Bani Isra’el, dan engkau tidak memelihara perkataanku’.” 
20- 95:  Berkata (Musa): "Apakah alasan kamu wahai Samiri?"
20- 96:  (Samiri) menjawab: "Aku telah melihat sesuatu yang mereka tidak melihatnya, maka aku ambil segenggam (tanah) daripada jejak rasul itu, lalu aku melemparkannya, dan demikianlah nafsuku memujukku". 
20- 97:  Berkata (Musa): "Pergilah kamu! Maka sesungguhnya bagimu di dalam kehidupan (dunia) ini (hanya dapat) mengatakan: ‘Janganlah menyentuh (aku).’ Dan sesungguhnya bagimu ada ketetapan yang kamu tidak dapat menghindarinya. Dan lihatlah tuhanmu itu yang kamu tekun mempertuhankannya.  Sesungguhnya kami akan membakarnya, kemudian kami akan menghamburkannya ke dalam laut, dengan (sebenar-benar) berhamburan.”
20- 98:  Sesungguhnya Ilah (Tuhan) kamu hanyalah Allah, yang tidak ada Ilah (Tuhan) selain Dia (Allah), luaslah pengetahuan-Nya (Allah) atas segala sesuatu. 

20- 99:  Demikianlah Kami (Allah) ceritakan kepada engkau (Muhammad) sebahagian daripada kisah (umat) yang telah lalu. Dan sesungguhnya Kami (Allah) telah datangkan kepada engkau daripada sisi Kami (Allah), suatu peringatan. 
20- 100:  Sesiapa berpaling daripadanya, maka sesungguhnya dia akan memikul beban yang besar di hari kiamat. 
20- 101: Mereka kekal di dalamnya. Dan amat buruklah beban mereka (pikul) di hari kiamat. 
20- 102: (Iaitu) di hari yang ditiupkan sangkakala dan Kami (Allah) akan mengumpulkan pada hari itu orang yang berdosa dengan matanya kelabu.
20- 103: Mereka berbisik-bisik sesama mereka: "Tidaklah kamu tinggal (di dunia) melainkan hanyalah sepuluh (hari)".
20- 104: Kami (Allah) lebih mengetahui apa yang mereka katakan itu, ketika berkata seorang antara mereka (yang lebih baik) jalannya: "Tidaklah kamu tinggal (di dunia) melainkan hanyalah sehari (sahaja).”

20- 105: Dan mereka bertanya kepada engkau tentang gunung, maka katakanlah: "Rab (Tuhan)ku akan menghancurkannya, sehancur-hancurnya.” 
20- 106: Maka Dia (Allah) akan menjadikannya tanah rata. 
20- 107:Tidak akan kamu lihat padanya yang rendah dan yang tinggi. 
20- 108: Pada hari itu mereka mengikuti penyeru yang tiada bengkok padanya; dan merendahlah semua suara kepada al-Rahman (Yang Maha Pemurah), maka kamu tidak mendengar kecuali bisikan sahaja.
20- 109: Pada hari itu tidak berguna syafaat, kecuali orang yang al-Rahman (Yang Maha Pemurah) telah memberi izin kepadanya, dan Dia (Allah) telah meredai perkataannya.
20- 110: Dia (Allah) mengetahui apa yang ada di hadapan mereka, dan apa yang ada di belakang mereka, sedang mereka tidak dapat meliputi-Nya (Allah) dengan ilmu. 
20- 111: Dan tunduklah semua muka kepada al-Hayyu (Yang Hidup), lagi al-Qayyum (Berdiri Sendiri). Dan sesungguhnya rugilah orang yang memikul kezaliman. 
20- 112: Dan sesiapa mengerjakan amal-amal yang salih dan dia beriman, maka dia tidak khuatir akan dianiaya dan tidak (pula) dikurangkan (haknya). 

20- 113: Dan demikianlah, Kami (Allah) menurunkan al-Qur’an dalam bahasa Arab, dan Kami (Allah) telah menerangkan di dalamnya sebahagian daripada ancaman, agar mereka bertakwa, atau ia (al-Qur’an itu) menimbulkan peringatan bagi mereka. 
20- 114: Maka Ta’ala Allah (Maha Tinggi Allah), al-Malik al-Haq (Raja Yang sebenar-benarnya). Dan janganlah engkau tergesa-gesa dengan al-Qur’an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepada engkau, dan katakanlah: " Rabbi (wahai Tuhanku), tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan."

20- 115: Dan sesungguhnya Kami (Allah) telah berikan perjanjian kepada Adam dahulu, maka dia lupa, dan tidak Kami (Allah) dapati padanya kemahuan yang kuat. 
20- 116: Dan (ingatlah) tatkala Kami (Allah) berkata kepada malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam", maka mereka bersujud, kecuali iblis. Ia (iblis) enggan. 
20- 117:  Maka Kami (Allah) berkata: "Wahai Adam! Sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, maka janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua daripada syurga, yang menyebabkan kamu menjadi sengsara.”
20- 118: “Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang.” 
20- 119: “Dan sesungguhnya kamu tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan merasa kepanasan di dalamnya."
20- 120: Kemudian syaitan mengenakan waswas kepadanya (Adam), dengan berkata: "Wahai Adam, mahukah aku tunjukkan kepada engkau pohon “khuldi” (pohon abadi) dan kerajaan yang tidak akan binasa?"
20- 121: Maka keduanya memakan daripadanya (pohon itu), lalu kelihatanlah kepada kedua-duanya aurat mereka, dan segeralah kedua-duanya menutupinya (aurat mereka) dengan daun-daun daripada syurga. Maka derhakalah Adam kepada Rab (Tuhan)nya dan sesatlah dia.
20- 122: Kemudian Rab (Tuhan)nya memilihnya, maka Dia (Allah) menerima taubatnya dan memberinya petunjuk. 
20- 123: (Allah) berfirman: "Turunlah kamu berdua daripada syurga bersama-sama, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. Jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku (Allah), maka sesiapa yang mengikut petunjuk-Ku (Allah) itu, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.”

20- 124: Dan sesiapa berpaling daripada peringatan-Ku (Allah), maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami (Allah) akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.
20- 125: Dia berkata: " Rabbi (wahai Tuhanku), mengapa Engkau (Allah) menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku (dahulunya) seorang yang melihat?" 
20- 126: (Allah) berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami (Allah), maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamu pun dilupakan". 
20- 127: Dan demikianlah Kami (Allah) membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Rab (Tuhan)nya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal.

20- 128: Maka tidakkah menjadi petunjuk bagi mereka, berapa banyaknya Kami (Allah) membinasakan generasi sebelum mereka, padahal mereka berjalan (di bekas-bekas) tempat tinggal mereka (yang telah dibinasakan) itu?  Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal. 
20- 129: Dan sekiranya tidak ada suatu kalimah (ketetapan)yang terdahulu daripada Rab (Tuhan) engkau, pasti (azab itu) menimpa mereka; dan kalaulah bukan (kerana) ajal (janji) yang telah ditentukan.
20- 130: Maka bersabarlah engkau atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Rab (Tuhan) engkau, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya, dan di bahagian-bahagian malam (pun) bertasbihlah (juga), dan (demikian pula) pada di pinggir-pinggir siang; supaya engkau akan reda.
20- 131: Dan janganlah engkau tujukan (pandangan) kedua-dua mata engkau kepada kesenangan yang Kami (Allah) berikan kepada beberapa golongan daripada mereka; itu hanyalah perhiasan dunia, untuk Kami (Allah) uji mereka dengannya. Dan kurnia Rab (Tuhan) engkau adalah lebih baik dan lebih kekal.
20- 132: Dan perintahkanlah kepada keluarga engkau agar mendirikan solat dan bersabarlah engkau atasnya. Kami (Allah) tidak meminta rezeki kepada engkau, bahkan Kami (Allah) yang memberi rezeki kepada engkau. Dan akibat (yang baik) itu bagi orang yang bertakwa. 

20- 133: Dan mereka berkata: "Mengapa dia tidak membawa kepada kami suatu tanda daripada Rab (Tuhan)nya?" Bukankah telah datang kepada mereka yang nyata, yang ada (tercatit) dalam catatan-catatan yang dahulu?
20- 134: Dan sekiranya Kami (Allah) binasakan mereka dengan suatu azab sebelumnya, tentulah mereka berkata: " Rabbana (wahai Tuhan kami), mengapa tidak Engkau (Allah) utuskan seorang rasul kepada kami, agar kami mengikuti ayat-ayat Engkau (Allah) sebelum kami menjadi hina dan rendah?"
20- 135: Katakanlah: "Masing-masing (kita) menanti, maka nantikanlah oleh kamu sekalian! Maka kamu akan mengetahui kelak, siapa yang menempuh jalan yang lurus dan siapa yang mendapat petunjuk".
 
 
LAMAN UTAMA
SURAH AL-ANBIYA'